Friday, May 10, 2013

Nikmatnya Lupa

Sering kesal karena kita sering lupa akan sesuatu?

Kesal itu benar jika kita melupakan untuk bersyukur kepada Sang Pencipta di tiap harinya. Kesal itu tepat jika kita melupakan janji kita kepada Sang Pencipta atau kepada ciptaan Nya. Kesal itu arif jika kita melupakan jasa-jasa baik orang lain kepada kita.

Tapi pernahkah kita berpikir bahwa lupa juga merupakan suatu nikmat? :)

Saat kita lupa akan kesedihan kita tentang suatu hal, itu merupakan nikmat. Kesedihan yang terlupakan akan membawa kita pada kebahagiaan.

Saat kita lupa akan perilaku atau tutur kata kasar orang lain kepada kita, itu merupakan nikmat. Sudah berapa banyak nyawa yang melayang karena perilaku dan tutur kasar? Jika hati yang terluka dapat melupakan, tentulah nyawa-nyawa tersebut masih hidup dan mungkin dapat memperbaiki kekasarannya sekarang.

Saat kita lupa akan pemberian kita kepada orang lain, itu merupakan nikmat. Tidak akan ada kata "tidak tahu berterima kasih", karena sejatinya kita tidak memiliki apa-apa ; tidak memberikan apa-apa ; hanya sebagai duta dari Sang Pencipta. Sudah berapa banyak hati yang terkotori karena rasa pamrih? Jika pemberian dapat dilupakan, tentulah banyak hati yang terjaga dari rasa pamrih.

Saat kita lupa akan nikmatnya bermaksiat, itu merupakan nikmat. Pendosa kelas kakap di dunia ini tidak akan ada. Yang ada hanyalah pendosa kelas teri akibat rasa syukur nya yang juga hanya sekecil teri.

Saat kita lupa akan kekurangan yang ada pada tiap individu, itu merupakan nikmat. Tidak akan ada ekspektasi berlebihan kita kepada orang lain, karena kenyataannya manusia tercipta dengan kekurangan dan kelebihan. Kebesaran hati akan muncul saat kita dapat menerima kenyataan yang ada.

Saya jadi teringat pesan dari seorang kawan saya "Tuhan menciptakan optimis dan pesimis itu ada tujuannya. Pesawat terbang ada karena rasa optimis. Pengamanan dan peraturan yang ada saat kita berada di dalam pesawat itu akibat pesimis. Jika kita selalu optimis bahwa tidak akan ada pesawat terbang yang jatuh, pasti tidak akan tercipta pengamanan dan peraturan di dalam pesawat. Pintu darurat,   masker oksigen, sabuk pengaman, pelampung, semua tersedia karena rasa pesimis pesawat dapat jatuh kapan pun Tuhan mau."

Lupa dan ingat. Keduanya pun memiliki hikmah yang dalam :) Yang pasti, kita harus selalu ingat ada hikmah yang nikmat dari tiap kejadian meskipun kejadian itu terlihat buruk di mata kita atau terasa pahit di hati :) Bersyukurlah!

2 comments:

  1. Bener banget lupa juga berarti mengingatkan kita akan dosa. Disaat kita lupa lebih baik beristigfar ya dan sekaligus mengingatkan u alhamdulillah juga. Well written

    ReplyDelete
  2. In shaa Allah :) Terima kasih banyak :)

    ReplyDelete